Keajaiban Menyusui bagi kesehatan ibu dan bayi

Ibu pasti tahu, tidak ada yang
lebih alami daripada Air Susu
Ibu (ASI). Bayi yang mendapat
ASI eksklusif hingga usia 6
bulan terbukti lebih sehat dan
jarang sakit. Manfaat menyusui
tidak hanya untuk si Kecil saja, tetapi juga
sangat berguna bagi kesehatan Ibu, lho.
Misalnya saja, menyusui dapat membantu
menurunkan berat badan Ibu setelah melahirkan.
Selain itu, dapat mencegah depresi setelah
persalinan, dan menurunkan risiko penyakit
jantung serta kanker. Dan masih banyak lagi
”keajaiban” lain dari menyusui untuk Ibu dan
anak.
Manfaat menyusui bagi bayi
• Pemberian ASI pertama setelah bayi lahir
sangat baik untuk diberikan. Karena kolostrum
banyak mengandung zat kekebalan yang
melindungi bayi terhadap berbagai penyakit dan
infeksi.
• Bayi yang diberi ASI eksklusif selam enam
bulan jarang menderita sakit, terutama untuk
mengurangi risiko penyakit yang sering diderita
bayi, seperti :
1. Bayi yang diberi ASI akan terhindar dari
muntah, diare, gastroenteritis, sembelit kronis,
kolik, dan gangguan perut lainnya.
2. Dapat menghindarkan risiko infeksi telinga,
penyakit pernapasan, pneumonia, bronchitis,
infeksi ginjal, septikemia (keracunan darah)
3. Bisa juga mencegah sindrom kematian bayi
mendadak atau yang sering disebut sebagai
SIDS.
4. Ada juga penyakit yang sering dialami oleh
bayi, yakni meningitis, botulisme, limfoma masa
kanak-kanak dan penyakit crohn.
5. Pada umumnya anak di umur 1 tahun sudah
tumbuh gigi. ASI juga bermanfaat bagi
pertumbuhan gigi bayi dan menghindari
kerusakan gigi berlubang pada bayi.
6. Dan penyakit berbahaya yang paling
ditakutkan oleh para orang tua adalah penyakit
jantung.
• ASI selalu steril dan terbebas dari kuman,
karena ada unsur dalam ASI yang
menghancurkan berbagai bakteri, seperti E coli,
Salmonella, Shigella, Streptokokus,
Pneumokokus, dan masih banyak lainnya.
• Dapat mengurangi obesitas pada bayi.
• Menyusui dapat merangsang perkembangan
rahang dan struktur wajah, dapat meningkatkan
pertumbuhan gigi yang tegak dan dapat
meningkatkan penglihatannya di kemudian hari.
Manfaat menyusui bagi Ibu
• Mengurangi risiko kanker
Ibu, ternyata dengan menyusui dapat membantu
mencegah risiko kanker payudara yang banyak
ditakuti oleh kaum wanita. Mengapa bisa
mencegah dari risiko kanker? Karena kanker
biasanya didorong oleh hormon estrogen dalam
tubuh. Selama menyusui, hormon estrogen
dalam tubuh menurun, sehingga menurunkan
juga risiko kanker payudara.
Ibu yang menyusui dapat menurunkan risiko
terkena kanker payudara sebanyak 25 persen.
Semakin panjang durasi menyusui, maka akan
semakin baik untuk menurunkan risiko terserang
kanker. Oleh karena itu, apabila Ibu bisa
menyusui sampai usia anak dua tahun, tentu
akan semakin baik.
• Mengurangi risiko hipertensi dan penyakit
jantung
Penyakit jantung merupakan penyakit yang
berbahaya dan paling ditakuti banyak pria.
Namun penyakit ini bukan hanya diderita oleh
kaum pria saja, wanita juga bisa terkena. Untuk
mencegahnya, Ibu bisa mengambil manfaat dari
proses menyusui. Hal ini terbukti dari penelitian
yang menunjukkan bahwa menyusui ternyata
sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung
wanita.
• Mengurangi risiko osteoporosis
Menyusui ternyata juga dapat mengurangi risiko
terjadinya osteoporosis. Ibu yang tidak menyusui
bayinya memiliki risiko terkena osteoporosis
empat kali besar daripada Ibu yang menyusui.
• Menurunkan risiko diabetes
Menurut penelitian, Ibu yang menyusui bayinya
dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar
4 sampai 12 persen setiap tahunnya.
• Sebagai KB alami
Dengan Ibu menyusui buah hati, maka hal ini
dapat berpengaruh terhadap kesuburan Ibu,
sehingga Ibu tidak dapat hamil untuk sementara
waktu. Berapa lama seorang wanita kembali
subur tergantung pada pola menyusui bayinya
dan kecenderungan tubuhnya sendiri.

MITOS MENYUSUI DAN FAKTANYA

1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA
SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN
Salah. Memang, banyak ibu yang mengalami
kesulitan menyusui di hari pertama dan
mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun
tak perlu cemas karena dihari pertama, selain
bayi belum memerlukan cairan tambahan, di
dalamtubuhnya pun masih ada cadangan cairan
yang cukup.ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi,
kebiasaan memberi cairan seperti susu formula,
air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu
kurangtepat. Di banyak negara tindakan ini
sudah menjadi kebiasaan dengan alasanagar
bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan
hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan
dengan dot, selain refleks mengisap bayi
jaditidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.
2. ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI “RAKUS”
Salah. ASI bisa mencukupi semua kebutuhan
asupan makanan dan minuman bayi hingga bayi
berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan
bayi pada minggupertama sekitar 80-100 ml/kg
per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/
kgpada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup
dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi bayi
superrakus sekalipun.Sebuah penelitian
menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang
mengatakanproduksi ASI-nya kurang, ternyata
memiliki cukup ASI. ASI tidak bisaberproduksi
secara optimal karena manajemen laktasi yang
kurang baik.
Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat,
stres, terpengaruhmitos-mitos menyusui, kurang
istirahat, dan lain-lain.ASI yang dikeluarkan, baik
dari payudara kanan maupun kiri, sama-
samamengandung foremilk dan hindmilk atau
dengan kata lain memiliki komposisi yang sama.
Jadi, salah kalau ada yang menganggap
payudara kanan mengandungmakanan dan yang
kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara
selamakira-kira 15 menit. Bila masih belum
puas, barulah pindahkan lagi ke payudara
pertama.
3. PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI
Tidak ada hubungannya. Kendur tidaknya
payudara tidak ada hubungannyadengan
pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara
adalah kehamilan itu sendiri. Saat hamil
hormon-hormon membuat payudara penuh berisi
ASI. Ukuranpayudara pun terlihat lebih besar dari
biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuranpayudara
kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun
mengendur dan membuat payudara sedikit
kendur.Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat
pijat atau senam payudarakeindahan bentuk
payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang
tepatagar bisa membuat bentuk payudara tidak
kendur. Selain itu, menyusui juga bisa
memproteksi payudara dari serangan kanker
payudara. Penelitianmembuktikan, risiko terkena
kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.
4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI
Salah. Konon, menyusui membuat nafsu makan
ibu bertambah lahap, sehingga sulit mengatur
berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah
penelitianmenyebutkan, menyusui dapat
membantu ibu menurunkan berat badan
lebihcepat. Kala menyusui timbunan lemak yang
terjadi pada waktu hamil diubahmenjadi energi.
Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan
jika ibutidak menyusui.
5. UKURAN PAYUDARA TENTUKAN
BANYAKNYA ASI
Salah. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh
besar kecilnya payudara, tapi tergantung
seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu.
Payudaraberukuran besar kanan bergizi yang
cukup dan seimbang.Bahkan menyusui bisa
memberi perlindungan terhadap zat kimia
beracuntertentu. Pada kecelakaan kebocoran
reaktor di Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar
zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit
daripada dalamtubuh ibu. Para ahli pun
berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu
yangmenyaring racun sehingga konsentrasinya
dalam ASI sangat rendah.
6. BANYAK BERISTIRAHAT BISA MENAMBAH
PRODUKSI ASI
Kurang tepat. Mitosnya saat istirahat produksi
ASI akan berjalan lancar.Ini tidak sepenuhnya
benar. Yang betul makin sering ASI diberikan,
makinbanyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI
meningkat seiring dengan gerakan mengisap.
Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun
produksi ASI punberkurang. Itulah mengapa,
berikan ASI atau pompalah secara teratur.
Janganlupa untuk merawat dan memijat
payudara agar produksi ASI tetap lancar.
7. TIDUR BAYI LEBIH LELAP JIKA MINUM SUSU
FORMULA
Tidak tepat. Memang, bayi-bayi yang diberikan
susu formula cenderung tidurlama. Penyebabnya,
susu formula umumnya tidak dapat dicerna
dengan cepat,sehingga efek rasa kenyangnya
lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebih lama.
Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi,
tidak ada perbedaankualitas tidur antara bayi
peminum ASI dan susu formula.
8. MENYUSUI TANGKAL KEHAMILAN
Tidak sepenuhnya salah. Sebuah riset
mengemukakan, menyusui bisa menurunkan
kesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui,
kesuburan biasanya muncul kembalidalam 4-6
minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui,
rentangnya bisa lebihlama, karena proses ovulasi
terhambat.Saat menyusui produksi hormon
prolaktin meningkat. Hormon ini cukup efektif
menghambat ovulasi, menstruasi pun menjadi
tertunda. Itulah mengapa, kalamenyusui, tubuh
tak mampu menghasilkan sel telur matang.
Walhasil, spermayang masuk tidak akan
menemukan “pasangan”nya. Kehamilan pun
tidak akan terjadi atau disebut KB alami, yang
sering diistilahkan LAM (LactationAmenorrhoe
Methode).Meskipun efektivitasnya mencapai
98%, menyusui tidak menjamin ibu tidakhamil.
Karena persyaratan menyusui sebagai KB alami
sangat ketat, di antaranya ASI harus diberikan
secara eksklusif. Frekuensi pemberiannyaharus
diatur, 10 kali dalam satu hari, disamping
banyak syarat lain yangharus dipenuhi. Risiko
kehamilan tetap besar jika ibu tidak bisa
mematuhi syarat-syarat tersebut.
Sumber : http://www.tabloid-nakita.com/

Khasiat Gamat (Tripang) dan VCO yang ada pada Soyamil

GAMAT: Adalah binatang invertebrata pemakan
makanan organik yang hidup di dasar laut,
memiliki keistimewaan meregenerasi sel paling
cepat. Gamat jika dipotong-potong akan segera
sembuh hanya dalam waktu 2 jam, masing-
masing potongan gamat akan menjadi binatang
sendiri-sendiri. Gamat jika dibiarkan di udara
akan meleleh, lama-kelamaan akan menjadi
lendir, lendir tersebut bila dimasukkan kembali ke
air laut maka akan hidup kembali.
Prof Ridzwan Hasyim Malaysia menemukan cell
growth factory dalam gamat, yaitu faktor
pertumbuhan atau peregenerasi sel.
Keistimewaan gamat yaitu mengandung semua
asam amino, semua mineral dan semua vitamin
kecuali vitamin K.
Gamat mempunyai khasiat yang tinggi tetapi
tidak mengandungi kolestrol. Ia mengandungi
lebih daripada 50 jenis nutriens seperti protein,
lemak, gula, vitamin B1, B2, asid nikotinik,
kalsium fosfat, zat besi, iodin, vanadium, zink,
kalium, kromium, asid benzoid, kondrotin sulfat,
asik mukopolisakarid a. Kandungan protein
dalam bentuk asid-asid amino seperti arginina,
sistina dan histina adalah amat diperlukan untuk
badan kita kerana merupakan asas kepada
pembentukan deosiribonuekleik asid (DNA)

Kolagen

  • Merencatkan proses penuaan,
  • mengurangkan pembentukan kedutan kulit
  • Mempercepatkan proses pemulihan luka
  • Meningkatkan sistem imunisasi

Kondroitin dan Glukosamin`

  •   Melegakan sakit akibat osteoarthiritis
  •   Meransang pembentukan dan pemulihan tulang rawan
  •   Membantu pertumbuhan tulang dan gigi

Omega 3

  • Merendahkan kolestrol dalam darah
  • Melindungi arteri
  • Mengurankan risiko mendapat penyakit jantung
  • Memperbaiki kesehatan mental

Mineral-mineral
Kalsium

  • Membentuk tulang dan gigi
  • Memantau sistem peredaran darah
  • Meregulasikan denyutan jantung

Zat Besi

  • Penting dalam pengangkutan oksigen dan metabolisme
  • Diperlukan untuk pembentukan seldarah merah yang sihat.

Iodin

  • Perlu bagi sistem tiroid untuk berfungsi dengan normal

Selenium

  • Sebagai antioksidan
  • Mempertahankan sel-sel badan
  • daripada radikal-radikal bebas
  • Mengelakkan kerosakkan sel

Vanadium

  • Mengurangkan penghasilan kolestrol
  • Terlibat dalam proses katekotamin dan metabolisme lipid serta dalam
  • pembentukan sel-sel darah merah

Kronium

  • Menambahkan bilangan reseptor insulin pada membran sel dan
  • menggalakkan pelekatan insulin pada sel-sel
  • Merendahkan paras gula dalam darah
  • Memperbaiki masalah diabetes melitus (kencing manis)

Kebaikan lain

  • Meningkatkan sistem imun
  • Merencat pertumbuhan sel-sel kanker
  • Menggalakan pertumbuhan sel

Apa itu VCO (Virgin Coconut Oil)?

Sejak dahulu, tradisi mengkonsumsi minyak kelapa murni atau yang kita kenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO) sudah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. Misalnya kaum ibu yang akan melahirkan selalu dianjurkan untuk mengkonsumsi 1 sendok Virgin Coconut Oil selama 2 hingga 3 bulan menjelang melahirkan agar proses persalinan menjadi lebih mudah dan lancar seta meningkatkan jumlah dan kualitas ASI ( air susu ibu ).

Apa Manfaat dari Virgin Coconut Oil?

Virgin Coconut Oil sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena membantu penyerapan gizi pada bayi dan melindungi bayi dari mikroorganisme berbahaya dan embantu proses kekebalan bayi dari serangan virus. Kehamilan juga begitu rentan dengan infeksi beberapa virus seperti virus herpes dan virus cytomegalo. Dengan menkonsumsi VCO, janin terlindung dari infeksi kedua virus tersebut sehingga mengurangi resiko bayi lahir cacat atau keguguran  pada saat menjelang kelahiran, kandungan Medium Chain Fatty Acid dalam VCO ini diubah menjadi energi secara cepat untuk kontraksi rahim dan kekuatan mengejan.

Virgin coconut Oil juga membantu melangsingkan badan pasca melahirkan karena Medium Chain Fatty Acid ( asam lemak jenuh rantai sedang ) yang terkandung dalam VCO dapat meningkatkan laju metabolisme sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori dan meningkatkan energi serta daya tahan tubuh.

Virgin coconut oil mengandung asam laurat dengan kadar paling tinggi seperti pada ASI ( air susu ibu ) sekitar 50% yang berguna sebagai anti mikroba, anti virus dan anti protozoa.

VCO  juga bermanfaat untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit, meregenerasi kulit dan mencegah kerontokan rambut pasca melahirkan. vitamin E dan Polifenol yang terkandung dalam VCO beperan sebagai antioksidan dan mencegah kulit dari penuaan dini, melindungi kulit dari kerusakan sehingga kulit tetap kencang, sehat dan lembut. Sedang Medium Chain Fatty Acid berperan sebagai sumber energi pada salah satu kulit yang membantu meningkatkan metabolik dan kemampuan penyembuhan luka pada kulit dan membantu mencegah infeksi dari mikroba berbahaya.

Media Pemberian ASIP ( Air Susu Ibu Perah)

MEDIA PEMBERIAN ASIP
1. CUP FEEDER (GELAS SLOKI)
Langkah-langkah yang dilakukan jika ingin
memberikan ASIP melalui gelas
sloki adalah:
1. Gendong bayi di pangkuan dan posisikan bayi
dengan kepala agak tegak,
gunakan tangan untuk menopang bahu dan leher
bayi.
2. Gunakan gelas sloki kecil.
3. Tempelkan bibir gelas sloki ke bibir bayi.
4. Miringkan gelas sloki hingga ASIP menyentuh
bibir bawah bayi dan biarkan bayi
menyeruput seperti kucing yang sedang minum.
Jangan menuangkan ASIP ke
mulut bayi.
5. Penting untuk menjaga aliran ASIP agar bayi
tetap dapat menyeruput secara
terus menerus.
6. Lakukan perlahan karena bayi dan pemberi ASIP
sedang sama-sama belajar.
7. Coba lakukan langkah-langkah diatas berkali-
kali hingga bayi dan pemberi ASIP
sama-sama merasa nyaman.
2. SPOON FEEDER
Pemberian susu melalui sendok sudah ada sejak
dahulu kala, mungkin sejak botol dan
dot belum ditemukan karena sendok adalah
peralatan yang sangat mudah ditemukan.
Ketika tiba-tiba seorang ibu harus keluar rumah
dan meninggalkan bayinya dengan
orang lain maka sendok adalah peralatan yang
pasti ada di rumah.
Pemberian ASIP dengan sendok pada intinya sama
dengan penggunaan gelas sloki.
Posisikan bayi agak tegak, kemudian tempelkan
sendok yang telah diisi ASIP ke bibir
bayi, biarkan mulut bayi terbuka dan sendokkan
ASIP ke dalam mulut bayi. Resiko ASIP
berceceran lebih banyak karena pemberi ASIP harus
membawa sendok yang berisi
ASIP dari gelas ke bibir bayi.
3. PIPET dan SPUIT FEEDER.
Pipet yang digunakan adalah pipet yang terbuat
dari plastik, hindari pipet yang terbuat
dari kaca karena khawatir akan melukai bayi. Cara
penggunaan pipet adalah masukkan
ujung pipet ke mulut bayi kemudian teteskan
beberapa tetes ASIP, tunggu hingga bayi
menelan ASIP nya kemudian ulangi lagi.
Spuit yang digunakan adalah spuit ukuran besar
tanpa jarum suntiknya. Isi spuit dengan
ASIP kemudian dekatkan ujung spuit ke mulut bayi
hingga mulut bayi terbuka, kemudian
tuangkan sedikit-sedikit ke mulut bayi dan bayi
akan menelan ASIPnya.
Bentuknya hanpir seperti spuit besar hanya saja
ujungnya lebar seperti ujung gelas
sloki. Cara pemakaiannya, isi tabungnya dengan
ASIP kemudian tekan ujung tabung
yang dekat mulut softcup hingga ASIP mengalir ke
mulut softcupnya, kemudian sama
seperti cup feeder, tempelkan ke bibir bawah bayi
dan biarkan dia menyeruput, jika
ASIP yang di mulut softcup sudah habis tekan
kembali tabungnya hingga ASIP mengalir
kembali.
Yang perlu diingat ketika memberikan ASI Perah
melalui media-media ini adalah:
1. Berikan ketika bayi dalam keadaan tidak terlalu
haus atau lapar. Karena kalau bayi
sudah sangat lapar maka bayi menjadi tidak
sabaran dan akhirnya menangis, apalagi
jika bayi dan pemberi ASIP masih sama-sama
belajar.
2. Serahkan tugas memberi ASIP kepada orang lain
selain ibu. Karena bayi memiliki
kecenderungan untuk mengenali sekali ibunya dan
ia akan memilih untuk menyusu
langsung dibanding meminum ASIP.
3. Latih bayi sedini mungkin karena semakin sering
latihan maka bayi akan semakin mahir
meminum ASIP dan yang memberikan ASIP juga
mengetahui apa yang nyaman dan
tidak nyaman bagi dirinya.
4. Mintalah orang yang akan memberikan ASIP
mencoba semua media yang ada, cup,
sendok, pipet ataupun spuit dan biarkan ia
memutuskan media apa yang paling nyaman
buat dia dan bayi kita.
5. Masih banyak orang yang menganggap
memberikan ASIP tanpa dot adalah sesuatu
yang ribet dan menyusahkan dan karena kita
merasa tidak enak meninggalkan bayi
kita pada mereka kita akan mudah menyerah dan
membiarkan bayi diberi ASIP melalui
dot, pada kasus saya, saya ajak ibu saya ke klinik
laktasi dan biarkan konselor laktasi
menjelaskan panjang lebar mengenai keuntungan
memberikan ASIP tanpa dot dan ia
lebih percaya (dibanding dengan anaknya sendiri
yang ngomong). Dan terbukti saat ini
baik ibu saya maupun si mbak yang di rumah
menyatakan jauh lebih enak ketika anak
terbiasa untuk minum dari gelas dari bayi, di umur
1 tahun 5 bulan ini dia sudah bisa
minum menggunakan gelas apapun juga, tidak
sibuk mensteril dan mencuci botol dan
dot.
Sumber: http://aimi-asi.org/2010/10/bayi-botol-
dan-dot-benarkah/ dan http://kultwit.aimi-asi.org/
2012/10/kasih-asip/

Kemuliaan wanita hamil dan melahirkan

KEMULIAAN WANITA HAMIL DAN
MELAHIRKAN”
1. Apabila seorang perempuan mengandung dalam
rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat
untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap
hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan
darinya 1,000 kejahatan.
2. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak
bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT
mencatatkan baginya pahala seperti orang
berjihad di jalan Allah SWT.
3. Apabila seorang perempuan melahirkan anak,
maka hilanglah dosa-dosanya seperti keadaan ia
baru dilahirkan.
4. Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya,
maka bagi ibu itu setiap tetes dari air susunya
maka akan diberi pahala satu kebajikan.
5. Apabila semalaman si ibu tidak tidur dan
menjaga anaknya yang sakit, maka Allah
memberinya pahala seperti memerdekakan 70
orang hamba dengan ikhlas untuk membela
agama Allah SWT.
6. Satu rakaat shalat wanita yang sedang hamil
adalah lebih baik dari pada 80 rakaat shalat
wanita yang tidak hamil.
7. Wanita yang memberi minum air susu ibu (ASI)
kepada anaknya dari dirinya sendiri akan
mendapat 1 pahala pada tiap-tiap tetes air susu
yang diberikannya.
8. Wanita yang tidak bisa tidur pada malam hari
karena menjaga anaknya yang sedang sakit akan
diberi ampunan oleh Allah SWT akan dosa-
dosanya dan bila ia menghibur hati anaknya maka
Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
9. Wanita yang hamil akan terus mendapatkan
pahala berpuasa pada siang hari.
10. Wanita yang hamil akan terus mendapatkan
pahala beribadah pada malam hari.
11. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala
70 tahun shalat dan puasa, serta setiap kesakitan
yang dirasakan pada 1 uratnya maka Allah akan
mengkaruniakan 1 pahala ibadah haji.
12. Jika wanita mati didalam waktu 40 hari
setelah bersalin, maka dia akan dianggap sebagai
mati syahid.
13. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup
waktu (2,5 tahun), maka para Malaikat di langit
akan mengabarkan berita bahwa syurga wajib
baginya.
14. Jika wanita memberikan air susu pada
anaknya yang sedang menangis, maka Allah SWT
akan memberikan1 tahun pahala shalat dan
berpuasa.
Subhanallah Walhamdulillah Wallahu Akbar..
Betapa mulianya wanita yang sedang hamil,
melahirkan, menyusui serta dengan ikhlas
merawat anaknya. Tentunya dengan jalan
kehamilan yang diridhai oleh Allah dan bukan
dengan cara kehamilan yang bukan sebagai
pasangan suami isteri yang sah.

Sumber makanan pelancar ASI

Banyak Ibu yang mengeluh tidak
bisa memberikan ASI kepada
buah hati, karena ASI-nya tidak
mau keluar atau lancar,
sehingga tidak mau menyusui.
Cobalah konsumsi beberapa
makanan yang sudah dipercaya bisa
melancarkan ASI, agar ASI lancar dan deras.
Pilih yang menurut Anda paling cocok dan
disukai. Kemudian olah sesuai selera.
1. Edamame/Kedelai
Kaya protein. Edamame atau kedelai Jepang ini
memang sumbernya protein nabati. Edamame
juga mengandung vitamin K, mangan, asan folat,
vitamin C, riboflavin, zat besi, magnesium, fosfor,
dan kalium.
Baik untuk memenuhi kebutuhan protein harian
ibu menyusui yang mencapai 65 gr. Bila Anda
sedang bosan makan ikan, unggas atau daging
sebagai sumber protein, coba saja edamame.
Kekurangan protein bisa membuat produksi air
susu berkurang, bahkan cadangan protein dalam
tubuh akan ikut berkurang.
Enaknya jadi camilan setelah direbus, atau
sebagai bahan campuran telur dadar.
2. Daun katuk
ImageKaya protein, kalium, fosfor, zat besi,
vitamin A, B1 dan vitamin C. katuk juga
mengandung alkaloid dan sterol yang
mempengaruhi produksi ASI. Dalam 100 gr daun
katuk juga terkandung 239 mg vitamin C, sudah
jauh lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu
menyusui, yakni 95 mg. tak perlu khawatir
kelebihan vitamin C karena ambang batas
toleransinya adalah 2000 mg/hari. Hanya
dengan melahap sayur daun katuk, Anda tak
perlu lagi minum suplemen vitamin C.
Baik untuk memperlancar ASI karena
mengandung asam seskuiterna. Penelitian
Sa’roni, Tonny Sadjimin, Mochammad Sja’bani
dan Zulaela di Slmena, Yogyakarta (2004)
menunjukkan bahwa setelh mengonsumsi daun
katuk, volume ASI bisa meningkat hingga 50%.
Enaknya disayur bening atau sayur bobor.
3. Bunga Pepaya
ImageKaya vitamin A dan vitamin C. Bunga yang
berwarna kuning pucat ini juga mengandung
kalsium dan fosfor.
Baik untuk mempercepat proses pencernaan
protein karena adanya enzim papain, yang tidak
hanya terdapat di bagian bunga, tapi juga di
buah dan daunnya.
Enzim itu berguna untuk memecah protein yang
Anda makan, apalagi saat menyusui dibutuhkan
protein sekitar dua kali lipat dibanding
kebutuhan normal. Bunga papaya juga bisa
merangsang nafsu makan.
Enaknya ditumis, direbus atau disiram air
mendidih untuk lalap.
4. Bayam hijau/merah
ImageKaya vitamin B6, za besi, protein, thiamin,
ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium,
fosfor, kalium, vitamin A, C, E, dan K.
Baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh
bayi agar kuat. Ini didapat dari vitamin B6. saat
menyusui, kebutuhan vitamin B6 Anda satu kali
lebih tinggi dibanding wanita yang tidak
menyusui atau hamil. Jadi, konsumsi bayam
lebih banyak dari biasanya akan menambah
kandungan vitamin B6 dalam ASI. Bayam rendah
kaloi, sama sekali tidak mengandung lemak, tapi
kaya nutrisi. Pilih bayam yang warna pekat, hijau
atau merah. Kepekatan warna, salah satu ciri
kandungan karoten yang lebih banyak,
bermanfaat untuk melawan radikal bebas.
Enaknya disayur bening, menu sederhana
kesukaan semua orang. Buat dalam porsi sekali
makan karena sayur bayam tidak boleh dipanasi
ulang.
5. Pare
ImageKaya vitamin C, anti oksidan yang berguna
untuk melindungi sel dari kerusakan,
meningkatkan kesehatan tulang, gigi, gusi dan
pembuluh darah, serta meningkatkan penyerapan
zat besi. Kandungan senyawa fitokimia lutein
dan likopennya juga berkhasita untuk
merangsang produksi insulin.
Baik untuk ibu menyusui yang emnderita
diabetes mellitus karena dapat menurunkan
kadar gula dalam darah. Pare juga dikenal
sebagai antikanker, antibiotik antivirus, dan
pembasmi cacing usus.
Enaknya ditumis, karena bisa menyamarkan rasa
pahitnya.
6. Pepaya
ImageKaya vitamin A, vitamin C, asam folat, dan
kalium. Papaya juga rendah kandungan
kolesterol, lemak jenuh dan natrium. Pepaya
punya kandungan lebih banyak 33% vitamin dan
50% kalium dibanding jeruk.
Baik untuk memenuhi kebutuhan kalium di masa
menyusui. Merawat balita cukup menguras
tenaga, sehingga bila Anda kekurangan kalium
maka akan merasa sangat lelah. Kekurangan
kalium juga menyebabkan perubahan suasana
hati menjadi seperti depresi, sementara saat
menyusui Anda perlu berpikiran positif dan
bahagia.
Enaknya dimakan langsung, atau dibuat mix juice
dengan buah lain.
7. Semangka
ImageKaya vitamin A dan C, kalium serta asam
folat, namun rendah kandungan lemak jenuh,
kolesterol dan natrium.
Baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin A ibu
menyusui yang satu setengah kali lipat lebih
banyak daripada perempuan yang tidak
menyusui. Kadar air yang tinggi pada semangka
jga baik untuk asupan cairan tubuh. Dalam
sehari, ibu menyusui setidaknya minum 8 gelas
cairan setiap hari, baik dalam bentuk air putih,
jus, the, kopi tanpa kafein, dan susu.
Enaknya dibuat jus, tak perlu belepotan terkena
tetesan air semangka saat digigit.
8. Kacang hijau
ImageKaya protein, tiamin (vitamin B1), zat besi,
magnesium, fosfor, kalium dan mangan. Kacang
hijau juga sumber asam folat tapi rendah
kandungan natrium, lemak jenuh dan sama
sekali tidak mengandung kolesterol.
Baik untuk sumber protein nabati. Tiamin atau
vitamin B1 mengubah karbohidarat menjadi
energi karena ibu menyusui butuh energi lebih
besar dibanding saat hamil. Bila kekurangan
tiamin Anda jadi mudah tersinggung, sulit
konsentrasi dan kurang bersemangat. Mood
yang baik akan memicu hormon oksitosin untuk
mengeluarkan ASI.
Enaknya dibuat jus, minum bersama kacangnya
untuk mendapat nutrisi yang lebih banyak.
9. Jambu Air
ImageKaya vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan zat
besi. baik untuk emmenuhi kebutuhan kalsium
yang meningkatkan fungsi otot dan saraf, serta
vitamin A yang berguna untuk melindungi sistem
kekebalan tubuh bayi dan meningkatkan
ketahanannya terhadap infeksi. Buah yang kadar
airnya cukup tinggi ini bersifat mendinginkan
sehingga memberikan rasa memenangkan saat
dimakan, bisa menetralisir rasa tertekan pada
ibu pasca melahirkan.
Enaknya dimakan langsung, apalagi dengan
bumbu rujak.
10. Labu siam
ImageKaya asam folat, vitamin C dan K, seng
(zinc) dan mangan. Labu siam juga sumber
vitamin B6, magnesium dan kalium.
Baik untuk memenuhi kebutuhan asam folat.
Meski ibu menyusui tidak memerlukan asam
folat sebanyak saat hamil, namun kebutuhan
asam folat tetap dua kali lipat daripada
perempuan yang tidak menyusui. Mengonsumsi
100 gram labu siam cukup untuk memenuhi
sekitar 23% kebutuhan asam fotal tubuh. Asam
folat itu penting untuk pembentukan sel,
hemoglobin dalam darah, serta perkembangan
jaringan tubuh bayi.
Enaknya direbus dan langsung dimakan, apalagi
labu siam berukuran kecil, rasanya manis.
Sumber: ayahbunda.com

Perilaku anak berawal dari ASI

asi2Saya dapat artikel bagus ini dari milis [Gizi_BayiBalita] yang diasuh oleh Wied Harry Apriadji, pakar kuliner sehat sekaligus ahli gizi.

Dengan membaca tulisan ini, semoga menambah keyakinan kita untuk tetep memberikan yang terbaik untuk buah hati kita tercinta yaitu ASI dan tak terpikir apalagi tergiur sedikit pun untuk memberikan susu formula (susu sapi).

 

Ada Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan yang

tepat untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma terjadi

dengan temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. Ibunya

mengeluh, tapi anak lelaki itu tak surut juga bertingkah-polah secara

berlebihan. Cepat beradu mulut plus ringan tangan dan kaki.

Ada kemungkinan pemicunya memang beragam. Namun, bila menilik sebuah

penelitian terbaru tentang kaitan asupan air susu ibu (ASI) dengan

perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu bertanya kepada diri

sendiri, “Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang cukup?”

Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari Departemen

Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat,

mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai sang

anak di masa depan. Studi baru seperti dikutip dari HealthDay News ini

menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah

melaporkan adanya masalah perilaku dan mental pada anaknya selama lima

tahun fase pertumbuhannya.

Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua bulan berpotensi

berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI selama satu tahun.

“Ini merupakan indikasi jika memberi ASI selama pertumbuhan dapat

memiliki efek pada anak,” kata Hobbs. Studi melibatkan sekitar 100

ribu partisipan dari usia 10 bulan hingga 18 tahun. Dalam penelitian,

orang tua ditanya seputar pemberian ASI dan perilaku dan mental anaknya.

Menurut spesialis anak, dr Soedjatmiko, selama proses menyusui akan

terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan buah hatinya.

“Bayi merasa aman, nyaman, dan dilindungi sehingga terbentuk

attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan emosi yang

baik di kemudian hari,” ujarnya.

Konsultan laktasi, dr Utami Roesli, SpA, mengungkapkan, bayi yang

terpenuhi asupan ASI akan memiliki emotional quetient (EQ) dan spiritual

quetient (SQ) yang baik. “Ini yang akan membentuk behave-nya,”

ucapnya. Dibanding susu formula, menurut dia, kontak langsung dari kulit

ke kulit membuat buah hati lebih merasa dekat. “Ketika menyusui juga

ada rangsangan terhadap panca inderanya.

Bayi akan merasakan, melihat, mencium, dan mendengar sesuatu yang ada di

dekatnya, termasuk keintiman dengan ibunya.” Anak yang diberi ASI

akan tumbuh lebih cerdas dan sehat dibanding bayi dengan susu

formula,” kata Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia itu.

Keampuhan ASI pun sudah terbukti. Utami memberi contoh Skandinavia dan

Swedia, dua negara yang sangat mendukung asupan maksimal ASI kepada bayi

dengan membuat kebijakan cuti bagi orang tua. “Bukan cuti hamil

untuk ibunya saja,” ujarnya. Di kedua negeri itu, cuti dapat diambil

satu tahun penuh. Empat bulan pertama pasangan suami-istri tetap

mendapat 100 persen gaji.

Mulai bulan kelima, gaji dibayar 80-90 persen. “Kebijakan ini yang

membuat anak-anak di Swedia dan Skandinavia cerdas dan sehat. Di sana

juga sangat sulit ditemukan susu formula,” ia menambahkan. Lagi

pula, ia menegaskan, menyusui itu merupakan proses bertiga, yakni istri,

suami, dan anak.

Adapun pemenuhan ASI sudah harus dilakukan sejak bayi lahir sampai usia

6 bulan tanpa dicampur makanan atau cairan lain meski air putih

sekalipun. “ASI diperlukan hingga usia bayi 2 tahun, tapi dengan

makanan pendamping,” kata Utami. Dari data yang dimilikinya,

tercatat anak yang disusui ASI, IQ-nya lebih tinggi 12,9 poin pada usia

9 tahun.

Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics, asupan ASI pada

bayi juga membuat anak terhindar dari penyakit infeksi, seperti diare,

radang paru-paru, dan radang otak. Studi juga mengindikasikan mereka

lebih rendah risiko terkena obesitas, diabetes, dan kanker.

Hal ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI mendukung sistem

pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan

yang terdapat pada susu jolong atau kolostrum–cairan kuning kental

pada awal menyusui sampai hari keempat dan ketujuh.

Tidak hanya untuk anak, menyusui juga sangat fungsional untuk kaum ibu.

Menurut Utami, bagi ibu menyusui akan mencegah risiko anemia. Menyusui

secara eksklusif selama enam bulan berdampak pada penundaan haid.

Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah terjadi

defisiensi zat besi yang memicu anemia. Lalu, isapan bayi pada payudara

ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat

involusi uterus (pengecilan rahim kembali).

Selain itu, dapat mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan

ovarium. “Banyak penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara

infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena

kanker,” ucap Utami. Walhasil, dia menyimpulkan bayi akan sehat

secara fisik, intelektual sekaligus emosional, jika hak ASI anak dapat

dipenuhi oleh sang ibu.

AGAR OPTIMAL

Minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

Bayi jangan dipisahkan dari ibunya setelah melahirkan.

Selama 48 jam pertama tidak diberi susu formula.

Permintaan dan suplai ASI secara rutin (dikeluarkan 10 cc, maka

diproduksi 10 cc).

Ada dukungan emosi dari suami dan keluarga. ASI eksklusif saat bayi

berusia 0-6 bulan.

Konsultasi ke dokter (bila perlu).

 

sumber : http://mamacerdas.com/perilaku-anak-berawal-dari-asi/